Pesona IndonesiaTulisan

Destinasi Populer Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Destinasi Populer Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo sejak dulu telah dikenal merupakan gudangnya plasma-nutfah flora, dan fauna, serta merupakan perwakilan ekosistem pegunungan provinsi Jawa Timur yang berfungsi sebagai kawasan perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya

Banyak sekali fenomena alam yang merupakan gejala alam spektakuler seperti adanya batuan massif dari Pegunungan Tengger, di mana di tengah-tengah kaldera muncul lima buah gunung, yaitu Gunung Widodaren (2.600 m.dpl), Gunung Watangan (2.601m.dpl), Gunung Kursi (2.581m.dpl), Gunung Batok (2.470 m.dpl), dan Gunung Bromo (2.392 m.dpl). Diantara ke lima Gunung tersebut yang sampai saat ini masih aktif yaitu hanya Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan lokasi yang sakral sebagai tempat melangsungkannya acara ritual tahunan yang telah turun-temurun dilakukan masyarakat Tengger yang mendiami dan mendominasi disekitar kawasan taman nasional.

Destinasi Populer Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru secara keseluruhan merupakan daerah vulkanis, sehingga formasi geologinya terdiri dari hasil kegiatan gunung api kuarter muda, dan gunung api kuarter tua dengan komposisi 20% dan 80%. Jenis batuan kawasan ini terdiri dari abu pasir/tuff vulkan intermedia sampai basis (dengan fisiografi vulkan), asosiasi andosol kelabu dan regosol kelabu (dengan bahan induk abu/pasir), dan tuff intermedia sampai basis. Bentuk struktur geologi ini menghasilkan batuan yang tidak padat dan tidak kuat ikatan butirnya, sehingga mudah tererosi terutama pada musim penghujan.

Jenis tanah berdasarkan peta tanah tinjau Provinsi Jawa Timur tahun 1966 adalah regusol dam litosol. Jenis tanah ini berasal dari abu dan pasir vulkanis intermedia sampai basis dengan sifat permiabilitas sangat tinggi dan lapisan teratasnya sangat peka terhadap erosi. Warna tanah mulai dari kelabu, coklat kekuning-kuningan, sampai putih, dengan tekstur tanah pada umumnya pasir sampai lempung berdebu dengan struktur lepas atau berbutir tunggal.

Topografinya bervariasi dari bergelombang dengan lereng yang landai sampai berbukit, dan bergunung dengan ketinggian antara 750-3.676 m dpl. Kawasan ini mempunyai lereng-lereng yang sangat terjal dengan puncak tertinggi di Gunung Semeru (3.676 m dpl) dengan suhu udara berkisar antara 3° – 20° C.

Wisata ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Photo via instagram @bromo_travel26

Menurut mitos atau legenda yang berkembang di masyarakat suku Tengger, mereka berasal dari keturunan Roro Anteng yang merupakan putri dari Raja Brawijaya dengan Joko Seger putra seorang Brahmana. Nama suku Tengger diambil dari akhiran nama kedua pasang suami istri itu yaitu, “Teng” dari Roro Anteng dan “Ger” dari Joko Seger. Legenda tentang Roro Anteng dan Joko Seger yang berjanji pada Dewa untuk menyerahkan putra bungsu mereka, Raden Kusuma merupakan awal mula terjadinya upacara Kasodo di Tengger.

Menurut beberapa ahli sejarah, suku Tengger merupakan penduduk asli orang Jawa yang pada saat itu hidup pada masa kejayaan Majapahit. Saat masuknya Islam di Indonesia (pulau Jawa) saat itu terjadi persinggungan antara Islam dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa, salah satunya adalah Majapahit yang merasa terdesak dengan kedatangan pengaruh Islam, kemudian melarikan diri ke wilayah Bali dan pedalaman di sekitar Gunung Bromo dan Semeru. Mereka yang berdiam di sekitar pedalaman Gunung Bromo ini kemudian mendirikan kampung yang namanya diambil dari akhiran nama pemimpin mereka yaitu Roro Anteng dan Joko Seger.

Suku bangsa Tengger berdiam disekitar kawasan di pedalaman gunung Bromo yang terletak di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Berdasarkan persebaran bahasa dan pola kehidupan sosial masyarakat, daerah persebaran suku Tengger adalah disekitar Probolinggo, Lumajang, (Ranupane kecamatan Senduro), Malang (desa Ngadas kecamatan Poncokusumo), dan Pasuruan. Sementara pusat kebudayaan aslinya adalah di sekitar pedalaman kaki gunung Bromo.

Setahun sekali menurut penanggalan Jawa, masyarakat Tengger mengadakan upacara Kasodo, yang bertempat di puncak Gunung Bromo dan Laut Pasir disebelah Utara kaki Gunung Batok. Upacara ini dilaksanakan pada bulan Desember/ Januari menurut penanggalan Masehi dan dilakukan pada saat bulan purnama. Salah satu acara yang menarik dari upacara Kasodo ini adalah acara melemparkan sesajian yang berupa hasil sawah ladang dan ternak mereka ke kawah Gunung Bromo sebagai ucapan terima kasih kepada yang Mencipta dan Memberi hidup.

Potensi Obyek Wisata Alam Taman Nasional Bromo Tengger

1. Komplek Gunung Semeru

Mahameru adalah nama lain dari Puncak Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa (3.676 m dpl) dengan kawahnya yang menganga lebar yang disebut Jonggring Saloko. Karena merupakan gunung tertinggi, maka dari puncak Gunung Semeru dapat dinikmati pemandangan alam yang mempesona, yakni ke:

  • sebelah barat tampak kota Malang;
  • sebelah utara tampak Gunung Kepolo dan Pegunungan Tengger;
  • sebelah selatan tampak garis pantai selatan;
  • sebelah timur tampak Gunung Argopuro
Mendaki Agustus di Gunung Semeru Bromo

Photo via instagram @tulussusanto1

Dikalangan pecinta alam baik pendaki lokal, regional, nasional, bahkan pendaki dari luar negeri (terutama Perancis) Gunung Semeru merupakan sasaran pendakian sepanjang tahun. Bahkan pada beberapa tahun terakhir setiap tanggal 17 Agustus Gunung Semeru dikunjungi ribuan pendaki

Beberapa obyek disepanjang rute menuju Gn. Semeru yang biasa dilalui pendaki adalah :

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo (8 ha) terletak pada ketinggian 2390 m dpl antara Ranu Pani dan Gn. Semeru. Secara historis geologis, Ranu Kumbolo terbentuk dari massive kawah G. Jambangan yang telah memadat sehingga air yang tertampung secara otomatis tidak mengalir ke bawah secara gravitasi. Ranu Kumbolo hingga saat ini merupakan potensi obyek wisata yang menarik. Daya tariknya antara lain bahwa pada lapangan yang relatif tinggi dari permukaan laut terdapat danau/telaga dengan airnya yang jernih sehingga banyak menarik wisatawan untuk mengunjungi tempat ini.

Wisata ke Ranu Kumbolo Bromo Tengger Semeru

Photo via instagram @ulum8501

Bagi para pendaki, Ranu Kumbolo, merupakan tempat pemberhentian / istirahat sambil mempersiapkan perjalanan berikutnya. Daya tariknya, di pinggir sebelah barat danau terdapat prasasti peninggalan purbakala. Diduga prasasti ini merupakan peninggalan jaman kejayaan Kerajaan Majapahit, namun hingga saat ini belum diperoleh kepastian.

Kalimati

Kalimati merupakan tempat berkemah terakhir bagi para pendaki sebelum melanjutkan perjalanannya menuju puncak Mahameru. Tempat ini biasa digunakan beristirahat dikarenakan terdapat sumber air (Sumber Mani) yang berjarak sekitar 500 m dari Kalimati. Disamping terdapat tanah lapang yang relatif datar juga sudah dibangun fasilitas Pondok Pendaki dan MCK.

Camp Mendaki Kalimati Gunung Semeru Bromo

Photo via instagram @waynesugenk

Arcopodo

Arcopodo/Recopodo terletak pada pertengahan Kalimati dan Gunung Semeru. Di tempat ini terdapat dua buah arca kembar yang dalam bahasa Jawa dinamakan arco podo/reco podo. Disamping itu juga terdapat beberapa monumen korban meninggal atau hilang pada saat pendakian Gunung Semeru.

Padang Rumput Jambangan

Daerah padang rumput ini terletak di atas 3200 m dpl, merupakan padang rumput yang diselang-selingi tumbuhan cemara, mentigi dan bunga Edelwis. Topografi relatif datar pada jalur pendakian ini, beberapa tempat yang teduh menampakkan sebagai tempat istirahat yang ideal untuk menikmati udara yang sejuk. Dari tempat ini terlihat Gunung Semeru secara jelas menjulang tinggi dengan kepulan asap menjulang ke angkasa serta guratan/alur lahar pada seluruh tebing puncak yang mengelilingi berwarna perak.

Oro – Oro Ombo

Daerah ini merupakan padang rumput yang luasnya sekitar 100 ha berada pada sebuah lembah yang dikelilingi bukit-bukit gundul dengan type ekosistem asli tumbuhan rumput. Lokasinya berada di bagian atas tebing yang bersatu mengelilingi Ranu Kumbolo. Padang rumput ini mirip sebuah mangkok berisikan hamparan rumput yang berwarna kekuning-kuningan, kadang-kadang pada beberapa tempat terendam air hujan.

Wisata ke Oro-oro Ombo Bromo Tengger Semeru

Photo via instagram @safiramh

Cemoro Kandang

Kelompok hutan cemorokandang termasuk gugusan Gunung Kepolo (3.095 m), terletak di sebelah selatan dari padang rumput Oro-Oro Ombo. Merupakan hutan yang didominasi pohon cemara (Casuarina junghuniana) dan paku-pakuan.

Pangonan Cilik

Pangonan cilik merupakan kawasan padang rumput yang terletak di lembah Gunung Ayek-Ayek yang letaknya tidak jauh dari Ranu Gumbolo. Asal usul nama tersebut oleh masyarakat setempat dikarenakan kawasan ini mirip padang penggembalaan ternak (pangonan). Daya tarik dari kawasan ini adalah merupakan lapangan yang relatif datar di tengah-tengah kawasan yang di sekitarnya dengan konfigurasi berbukit-bukit gundul yang bercirikan rumput sebagai type ekosistem asli, sehingga memberikan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

2. Komplek Bromo Tengger

Kaldera Tengger

Daya tarik utama TN-BTS adalah gejala alam yang unik dan spektakuler yang dapat dinikmati dan didekati dengan mudah. Kaldera Tengger dengan 5 (lima) buah gunung yang berada didalamnya merupakan daya tarik tersendiri, termasuk kisah geologi terbentuknya gunung-gunung tersebut. Kaldera Tengger ini secara administrasi pemerintahan terdapat di Kab. Probolinggo. Desa terdekat dari Kaldera Tengger adalah Cemorolawang (±45 Km dari Probolinggo), dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau carter jeep. Sedangkan dari Cemorolawang apabila ingin turun dan menyusuri lautan pasir Kaldera Tengger dapat menggunakan kuda, jeep atau jalan kaki.

Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif dan dapat dengan mudah didaki/dikunjungi. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena dan atraksi alami yang merupakan salah satu daya tarik pengunjung. Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah (creater in the creater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.

Wisata ke Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru

Photo via instagram @renibean

Untuk sampai di puncak Gunung Bromo telah disediakan tangga dari beton. Bila kita sampai di puncak maka tampak kawah Bromo yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasarnya yang menandakan gunung ini masih aktif. Dari puncak inilah pengunjung dapat menikmati/menyaksikan kawah Bromo dengan kepulan-kepulan asapnya yang relatif tipis, serta ke arah belakang dapat menyaksikan keindahan panorama hamparan laut pasir dengan siluet alamnya yang mempesonakan.

Daya tarik lainnya, adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bagi berlangsungnya acara puncak upacara ritual masyarakat Tengger (Kasada) yakni berupa pelemparan hasil bumi sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Upacara inilah yang menarik wisatawan untuk menyaksikan acara yang hanya berlangsung satu tahun sekali.

Gua/Gunung Widodaren

Gunung/Gua Widodaren ini letaknya di sebelah Gunung Batok dan merupakan potensi obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satu daya tarik obyek ini adalah bahwa lokasi ini merupakan tempat keramat berupa gua dan sumber air suci.

Untuk dapat mencapai obyek ini, telah dibuat jalan setapak yang sempit dengan kemiringan yang agak curam. Untuk itu kepada pengunjung disarankan untuk berhati-hati pada saat berjalan melalui jalan ini. Daya tarik lainnya, bila kita sudah tiba di gua, kita akan dapat menyaksikan pemandangan alam yang indah kebagian bawah yakni laut pasir dan sekitarnya.

Gunung Batok

Gunung Batok terletak di sebelah Gn. Bromo dan menjadi pemandangan yang menyatu dengan Gn. Bromo. Daya tarik utama adalah gunung ini merupakan habitat edelwiss.

Gunung Pananjakan

Puncak G. Pananjakan merupakan tempat yang tertinggi bila dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya di Komplek Pegunungan Tengger. Oleh karenanya di kawasan ini kita dapat menyaksikan keindahan alam di bagian bawah seperti panorama laut pasir dengan komplek Gunung Bromo Dsk. yang dilatarbelakangi G. Semeru dengan kepulan asapnya yang tebal.

Dari puncak Pananjakan ini dapat disaksikan/dinikmati pula indahnya matahari terbit di ufuk timur berwarna kekuning-kuningan muncul dari balik perbukitan. Kita dapat menikmati suasana tersebut di atas dalam suasana hening dan tenteram tanpa kebisingan dan kegaduhan.

3. Potensi Obyek Wisata Budaya Taman Nasional Bromo

1. Pure Agung Poten

Pura Agung Poten yang berada di tengah-tengah lautan pasir ini merupakan salah satu pusat peribadatan umat Hindu Tengger.

Pure Agung Poten Taman Nasional Bromo

Photo via instagram @v.i.c.o._

2. Gua Widodaren

Gua Widodaren merupakan salah satu tempat penting dalam ritual masyarakat Tengger. Pada bagian dalam gua terdapat tempat yang agak luas dan didalamnya terdapat batu besar (sebagai altar) untuk menempatkan sesajian atau menaruh nadar yang sekaligus sebagai tempat bersemedi khususnya masyarakat Tengger untuk memohon kepada Sang Hyang Widi.

Goa Widodaren Taman Nasional Bromo

Photo via instagram @pda14

Masih di sekitar gua, tepatnya di bagian samping gua terdapat sumber air yang tak pernah kering. Menurut kepercayaan masyarakat Tengger air dari sumber tersebut merupakan air suci yang mutlak diperlukan bagi peribadatan mereka, sebagai contoh adalah upacara pengambilan air suci dari Gua Widodaren (Medhak Tirta) yang dilakukan sebelum Upacara Kasada. Disamping itu air dari gua ini dipercaya masyarakat Tengger berkhasiat dapat membuat awet muda serta mendekatkan jodoh bagi yang lajang.

3. Sumur Pitu / Gua Lava

Sumur lava ini berada di tengah Kaldera Tengger tepatnya di laut pasir Blok Kutho, dari kejauhan tampak seperti tumpukan bata bekas kerajaan. Masyarakat setempat menamakan sumur/gua lava ini sebagai Sumur Pitu. Sumur Pitu/Gua Lava ini terbentuk dari proses geo vulkanik yang merupakan proses dari letusan Gunung Bromo.

4. Pura / Padanyangan Rondo Kuning

Pura kecil atau disebut Pedanyangan ini merupakan tempat peribadatan umat Hindu Tengger yang ada di Ranu Pani. Jika dilihat dari arah utara, pemandangannya sangat bagus, karena lokasinya berada pada tanah yang menjorok ke danau (seperti tanjung). Pure ini dibangun pada tahun 1996 dan direhabilitasi tahun 2001 oleh Pengelola Pura Mandara Giri Semeru Agung – Senduro bersama-sama dengan umat Hindu di Ranu Pani.

Pada waktu-waktu tertentu (hari besar umat Hindu) penganut Hindu setempat dan luar kota melakukan ibadah di Pure Rondo Kuning. Menurut pengelola/pengurus Pure tersebut (Mandara Giri Semeru Agung), rangkaian upacara ritual Hindu di Ranu Pani berbeda dengan rangkaian upacara di Gunung Bromo, namun pada upacara besar (Kasada) salah satu lokasi pengambilan air suci adalah Ranu Pani.

5. Prasasti Ranu Kumbolo

Prasasti ini terletak di tepi danau Ranu Kumbolo. Diduga prasasti ini masih terkait dengan peninggalan Kerajaan Majapahit, yang menceritakan perjalanan Mpu Kameswara untuk mencapai kesucian atau kesempurnaan diri.

6. Prasasti Arcopodo

Arcopodo/recopodo terletak diantara Kalimati dan Gunung Semeru. Ditempat ini terdapat dua buah arca kembar yang dalam bahasa Jawa dinamakan arcopodo/recopodo. Disamping itu juga terdapat beberapa monumen korban meninggal atau hilang pada saat pendakian G. Semeru. Tempat ini sering dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalannya ke puncak Mahameru.

7. Pure Ngadas

Desa Ngadas merupakan enclave TN-BTS yang berada di Seksi Konservasi Wilayah III tepatnya di Resort Ngadas. Penduduk asli Ngadas adalah suku Tengger yang mayoritas memeluk agama Hindu. Salah satu tempat peribadatan masyarakat Tengger di Ngadas adalah Pure Ngadas.

8. Vihara Ngadas

Selain ama Hindu masyarakat Ngadas juga banyak yang menganut agama lain, salah satu agama yang dianut masyarakat setempat adalah agama Budha dengan aliran Budha Kejawen. Vihara ini merupakan tempat beribadah penganut Budha di Ngadas. Di malam hari dapat didengar lagu pujian terhadap sang Budha.

Tulisan oleh kur1n6 

—–
Follow Destinasio on:
Facebook destinasiomag
Twitter @destinasiomag
Instagram @destinasiomag
Email : heyo@destinasio.com

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *